Logika; Proposisi

  1. Pengertian proposisi

Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat di nilai benar dan salahnya.

Proposisi merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung makasud sempurna. Jika kita menganalisis suatu pemikiran, taruhlah suatu buku, kita akan mendapati kesatuan pemikiran dalam buku itu, kemudian lebih khusus lagi dalam bab-babnya,kemudian paragrafnya dan akhirnya pada unit yang tidak bisa di bagi lagi yakni yang di sebut proposisi.

Dalam logika dikenal adanya dua macam proposisi yaitu: Proposisi analitik dan Proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang sudah terkandung pada subyeknya.contohnya: Kuda adalah hewan. Proposisi sintetik adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya,contohnya: Gadis itu gendut.

  1. Proposisi Katagorik

Proposisi katagorik adalah proposisi yang mengandung pertanyaan tanpa adanya syarat.Contohnya: hasan sedang sakit.

Proposisi katagorik yang paling sederhana terdiri dari stu term subyek, satu trem predikat,satu kopula dan satu quantifier.

Subyek, sebagaimana kita ketahui adalam trem yang menjadi pokok pembicaraan, Predikat adalah trem yang menerangkan subyek, Kopula adalah kata yang menyatakan hubungan trem dan subyek dan trem predikat,quantifier adalah kata yang menunjukkan banyaknya satuan yang di ikat oleh trem subyek.

  1. Distribusi
  2. Proposisi Hipotetik

Proposisi hipotetik adalah menyatakan suatau kebenaran yang di nyatakan justru di gantungkan pada syarat tertentu.

Antara sebab dan akibat dalam proposisi hipotetik adakalanya merupakan hubungan kebiasaan dan adakalanya merupakan hubungan keharusan.

Proposisi yang mempunyai hubungan kebiasaan seperti: Jika hujan turun, saya tidak akan pergi. Adapun contoh proposisi hipotetik yang mempunyai hubungan keharusan adalah: Bila matahari terbit maka waktu sholat shubuh sudah habis.

  1. Proposisi Disyungtif.

Ada dua bentuk proposisi disyungtif. Proposisi disyungtif sempurna dan proposisi tidak sempurna. Proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontradiktif  sedangkan proposisi disyungtif tidak sempurna alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif.

Rumus untuk bentuk pertama adalah: A mungkin B mungkin non B, seperti: Hasan berbaju putih atau berbaju non-putih. Adapun rumus untuk bentuk kedua adalah: A mungkin B mungkin C,seperti: Hasan berpaju hitam atau berbaju putih.


About this entry